Kerobokan (Antara Bali) - Sejumlah narapidana Lapas Denpasar di Kerobokan, kawasan Kuta, Kabupaten Badung, mengikuti kegiatan outbound pascakerusuhan selama dua hari sejak Selasa (21/2) tengah malam.

Pelaksana Harian (Plt) Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenhukam Bambang Krisbanu, Sabtu mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyegarkan psikologis para napi.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk recovery atau pemulihan kejiawaan. Ini kami anggap penting karena kejadian tersebut tentu berdampak psikologis, terutama bagi mereka yang tidak terlibat langsung," ujarnya.

Dampak psikologis itu seperti perasaan curiga, rasa was-was, sehingga perlu dihilangkan melalui kegiatan outbond guna menjalin kebersamaan dan penyegaran.

Krisbanu mengatakan, situasi di dalam Lapas Kerobokan sudah cukup baik, termasuk hubungan para napi dengan petugas. Sarana listrik, dapur, air, juga sudah kembali normal.

Dari 1.016 napi penghuni Lapas Kerobokan yang berkapasitas sekitar 300 orang itu, dikurangi yang dipindahkan dan tujuh orang bebas, kini tercatat 925 orang.

Krisbanu mengingatkan agar petugas lapas di seluruh Indonesia belajar dari peristiwa tersebut dan melakukan antisipasi dengan upaya deteksi dini. ""Kalau terjadi sesuatu, pasti ada sebabnya. Kalapas atau kepala rutan harus mampu memprediksi dengan jeli gejala-gejala yang terjadi," imbuhnya. (PWD/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026