Ditemui di Lapas Kerobokan, Rabu, Kapolda mendapatkan penjelasan dari empat perwakilan narapidana yang mengeluhkan bahwa ada perbedaan pelayanan kesehatan di antara para narapidana itu.
Perbedaan perlakukan juga dirasakan oleh beberapa narapidana di dalam sel. "Ada napi yang mengeluhkan diskriminasi itu," kata jenderal polisi berbintang dua tersebut.
Kapolda menyatakan bahwa saat ini situsi di dalam Lapas Kerobokan sudah dalam keadaan kondusif, meskipun masih tercium bau hangus di seluruh ruang perkantoran yang ludes terbakar dan puing-puing reruntuhan bangunan belum dibersihkan.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah senjata api dan senjata gas air mata dari dalam ruang yang terbakar pada pukul 23.00 Wita itu.
Tiga narapidana, Romy, Suprianto, dan Nyoman Tirtayasa dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Trijata karena mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Demikian pula dengan seorang petugas sipir Lapas yang mengalami luka.
Sementara itu, ratusan personel TNI/Polri ditarik dari Lapas seiring dengan kepergian Kapolda Bali dari lokasi itu.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran juga sudah meninggalkan lokasi Lapas, setelah api yang melalap seluruh ruang perkantoran benar-benar padam.
Kepala Kesatuan Pengaman Lapas Kerobokan, Anang Khuzaini, tak bersedian memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Demikian halnya dengan Kepala Lapas Kerobokan, Bowo Nariwono. "Waktu kejadian saya berada di Jakarta," ucapnya, beralasan.
Beberapa saat setelah kepergian Kapolda, situasi di dalam Lapas kembali tak terkendali. Sejumlah narapidana dan tahanan mencoba keluar melalui salah satu pos penjagaan yang menghadap ke Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta, Kabupaten Badung.
Namun, petugas kepolisian yang masih tersisa di sekitar Lapas berusaha menghalau mereka, sehingga situasi kembali terkendali.(T.M038*KR-PWD/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.