Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi bangunan pengovenan kopra milik Gusti Ngurah Kade Artawan di Desa Yehembang, yang terbakar Kamis (16/2).
Kepada Artawan dan keluarganya, Bupati Artha berpesan agar bisa mengambil hikmah dari musibah ini dengan berlaku waspada.
"Usaha semacam ini memang beresiko tinggi terhadap kebakaran, saya minta ke depan lebih hati-hati," katanya.
Agar saat terjadi musibah serupa tidak sampai menjalar ke rumah tinggal, Artha menyarankan, agar posisi pengovenan dijauhkan dari pemukiman.
Ia melihat, ada beberapa bangunan yang mudah terbakar terlalu dekat dengan pengovenan seperti balai tempat santai yang beratap ijuk.
"Untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar saat kebakaran, sebaiknya jauhkan bangunan ini," ujarnya.
Selain itu Artha minta agar pemilik usaha menyediakan peralatan atau tabung pemadam kebakaran untuk antisipasi.
Untuk meringankan beban korban, dalam kesempatan ini Bupati Artha menyerahkan santunan uang tunai.
Potensi kebakaran di pengovenan kopra dapat merambat ke rumah tinggal diakui oleh Artawan.
Saat memaparkan kronologi kejadian kepada Bupati Artha ia mengatakan, api sudah membakar kabel penghubung antara pengovenan itu dengan dapur serta rumahnya.
"Kami panik sekali takut kebakaran ini merambat ke dapur dan rumah," katanya. (GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.