Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indomesia (BP3TKI) NTB H Saleh di Mataram, Rabu mengatakan, sementara lulusan SMP/sederajat sebanyak 2.812 orang dan lulusan SMA/sederjat tercatat 702 orang, sedangkan lulusan diploma (D1) dan S1 hanya masing-masing satu orang.
"Kondisi ini menyebabkan sebagian besar TKI asal NTB menjadi pekerja di ladang kelapa sawit di Malaysia dan menjadi penata laksana rumah tangga (PLRT) di Arab Saudi dan negara-negara Timbur Tengah lainnya," ujarnya.
Para TKI asal NTB umumnya bekerja sebagai tenaga kerja kasar, yakni pekerja ladang kelapa sawit di pembantu rumah tangga di Arab saudi.(*/R-M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.