"Pada prinsipnya, dengan melek media masyarakat akan bisa memilah dan memilih tayangan yang positif dari media cetak maupun elektronik," kata Ketua KPI Bali Komang Suarsana, di Denpasar, Sabtu.
Ia menyampaikan pandangan seperti itu terkait dengan perkembangan industri media yang saat ini semakin berorientasi pada aspek profit daripada sisi idealisme.
"Dari prinsipnya, teori apapun itu media haruslah independen, kaidah-kaidah jurnalistik yang diterapkan di dalam media haruslah memberikan keseimbangan terhadap aspek idealisme dan komersialisme," ujarnya.
Memang, media juga harus hidup dari bisnis/iklan, tetapi sayang dalam praktiknya banyak media yang lebih berorientasi pada aspek profit atau komersial, sehingga porsi idealisme sering kali minim.
"Dalam kondisi seperti ini tentu yang dirugikan masyarakat karena media mengutamakan bagaimana mendapatkan keuntungan bukan pada misi sosial dan pendidikan masyarakat," ujar Komang Suarsana.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026