"Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama kami dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," kata Rektor ISI Denpasar Prof I Wayan Rai S dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah dibuka secara resmi oleh Dirjen Sejarah dan Purbakala Menparekraf Prof I Gde Pitana, Senin (21/11) malam.
Acara tersebut, tambah Rai, diikuti sebanyak 73 orang peserta yang merupakan berasal dari seniman karawitan, mahasiswa dan siswa SMK Kesenian di seluruh Provinsi Bali.
"Rebab adalah satu-satunya gamelan khas Bali yang masuk dalam keluarga "chordophone" sebagai pemanis dan pelembut irama yang saat ini kurang peminatnya," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, rebab perlu direvitalisasi dengan menyajikan format dan konstruksi baru.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.