Denpasar (Antara Bali) - Budayawan I Gede Ardika mengimbau sektor pariwisata memelopori penggunaan bahasa dan aksara Bali untuk memberikan nilai tambah ketertarikan wisatawan mancanegara terhadap kebudayaan Bali.

"Selain unik dan memberikan nilai tambah, dan ini menjadikan kebanggaan masyarakatnya," kata Ardika dalam diskusi budaya Sanur Village Festival yang digelar di Sudamala Suites & Villas, Senin malam.

Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata itu mengatakan, alangkah eloknya jika berbagai informasi di hotel menggunakan aksara Bali, bahasa Bali dan bahasa Inggris.

Dia mencontohkan, para pelaku industri pariwisata di Thailand melakukan itu, bahkan di Swiss yang menggunakan empat bahasa.

Ardika merasa prihatin terhadap generasi muda sekarang yang tidak terbiasa berbahasa daerah dengan baik. Dia mengajak untuk menjaga, memelihara, menggunakan, dan mengembangkan bahasa daerah, juga warisan budaya lainnya agar tidak punah.      

Menurut dia, kekayaan seni budaya tersebut banyak menginspirasi kegiatan ekonomi kreatif yang mendukung kepariwisataan di Pulau Dewata.

Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati merasa prihatin terhadap terjadinya pergeseran konsep pariwisata budaya yang seharusnya berkesinambungan, berbasis kemasyarakatan dan dalam skala kecil.

Pengamat pariwisata Prof I Nyoman Darma Putra mengatakan, aktivitas ekonomi kreatif sudah mengiringi pariwisata Bali sejak dulu kala.

Dalam perkembangannya kini ekonomi kreatif banyak terinspirasi kekuatan eksternal, bukan karena inisiatif pemerintah.(**)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026