Negara (Antara Bali) - Jajaran Kepolisian Sektor Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, menyelidiki kematian penjaga kebun, Wayan Tika (37) di Dusun Parwatasari, Desa Ekasari.

"Kami masih menyelidiki kasus itu. Saat ini jenazahnya masih tersimpan di RSUD Megara, menunggu keputusan keluarga untuk diautopsi atau tidak," kata Kepala Polsek Melaya, Kompol Ketut Sukarta, kepada wartawan di Negara, Senin.

Dari rumah korban, polisi mengamankan satu unit telepon seluler, radio kecil, dan beberapa barang lainnya.

Korban ditemukan tewas oleh warga, Senin pagi. Terungkapnya kematian duda asal Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, itu berawal dari kedatangan Putu Sumerta, kawan kerjanya di kebun milik Gusti Ayu Sumanissari tersebut.

Saat Sumerta memanggil-manggil namanya, korban tidak menyahut lantas dia mengintipnya dari celah dinding bambu dekat pintu.

"Saya melihat dia di atas balainya, namun saya pangil-panggil tidak menjawab," katanya menuturkan.

Ia lantas memberitahu kakak ipar korban yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi dan memintanya untuk menelepon Tika.

Menurut Sumerta, telepon dari iparnya itu tidak dijawab sehingga mereka memutuskan untuk melihat langsung ke rumah Tika. Dipanggil tidak juga menjawab, mereka lantas menjebol dinding bambu di pojok yang berdekatan dengan tempat tidur Tika.

Saat itulah Tika ditemukan tewas dengan polisi tertelungkup dan dari hidungnya keluar darah yang menetes sampai di kasurnya.

Made Merek, paman Tika yang tinggal di Desa Ekasari mengatakan, selama ini keponakannya tidak pernah mengeluh sakit atau ada persoalan.(**)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026