Nusa Dua (Antara Bali) - Jajaran Kepolisian Daerah Bali menghadapi para demonstran yang menolak pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dalam simulasi pengamanan di Nusa Dua, Selasa.

Kepala Polda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra mengatakan, pelatihan pengamanan tersebut dilakukan untuk menyiapkan personel yang akan dilibatkan dalam konferensi tersebut.

"Kehadiran para kepala negara ASEAN harus didukung oleh sistem pengamanan berlapis dan berstandar internasional, apalagi kepala negara undangan seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama," katanya.

Pada skenario pertama, ratusan polisi berjaga di pintu masuk kawasan wisata Nusa Dua untuk menghadapi ratusan pengunjuk rasa yang memaksa masuk guna mengacaukan pertemuan para kepala negara.

Para pengujuk rasa diperagakan sebagai sekelompok warga yang ingin menghadang delegasi dari Malaysia guna menyampaikan tuntutan agar negeri itu memperlakukan TKI dengan baik dan mendesak agar tidak mencaplok wilayah NKRI.

Sementara di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) yang akan menjadi tempat KTT ASEAN, diperagakan adanya seorang petugas hotel menemukan paket bungkusan mencurigakan.

Petugas itu kemudian melaporkannya kepada petugas jaga terdekat, dan beberapa menit kemudian, tim Gegana datang untuk menjinakan bungkusan yang diduga bom.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026