"Selain karena faktor karakter masyarakat yang terkadang mengaku-ngaku miskin ketika ada sumbangan, berbagai bentuk premanisme juga terjadi di desa-desa," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika, di Denpasar, Sabtu.
Ia menyampaikan hal itu dalam acara "Simakrama" atau temu wicara Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan masyarakat Bali, saat menjawab lontaran pertanyaan dari Nyoman Sutama.
Nyoman Sutama yang merupakan warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng mengharapkan bantuan bedah rumah yang digelontorkan Pemprov Bali hendaknya diberikan kepada warga masyarakat yang benar-benar miskin.
"Di desa kami ada sekitar 125 warga yang tidak mempunyai rumah layak huni. Mestinya warga seperti itu mendapat bantuan bedah rumah. Tetapi nyatanya mengapa ada warga yang tergolong mampu justru ikut mendapatkan bantuan bedah rumah," ujarnya mempertanyakan.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.