"Kami amati kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional masih tetap normal. Hingga kini kami belum menerima laporan ada wisatawan yang mempercepat jadwal liburnya di Bali," katanya di Denpasar, Jumat.
Setelah terjadinya gempa yang mengguncang Bali, kata Ngurah Wijaya, tidak ada pembatalan kunjungan ke Bali yang dilakukan wisatawan. Semua wisatawan yang telah memesan kamar hotel tetap akan berkunjung, meski rasa trauma masih membekas pada sebagian warga Bali.
Walau belum mendapat laporan resmi dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali tentang kerusakan hotel akibat gempa dan statistik kunjungan wisatawan, namun Ngurah Wijaya optimistis bencana tersebut tidak mempengaruhi industri pariwisata Bali.
Sementara Sekretaris PHRI Bali Perry Markus mengatakan, pascagempa wisatawan sebagian memilih hotel tidak bertingkat atau tinggal di "cottages" atau pondok wisata untuk memudahkan melakukan penyelamatan diri ketika terjadi musibah gempa.
"Mereka takut dengan hotel yang bentuknya 'building', banyak hotel baru sekarang seperti condotel bentuknya 'building' (bertingkat), mereka cari hotel yang tidak bertingkat, kalau dia mau keluar untuk mencari tempat yang aman gampang, tidak harus lewat tangga dan tempatnya luas," katanya.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.