"Saya mendorong sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mewujudkan Bali yang maju, bergabung menjadi satu kekuatan untuk sama-sama membangun Bali," kata Koster saat bertatap muka dengan pimpinan perguruan tinggi se-Bali dan pimpinan BPD Bali di Wantilan Kerta Sabha, Denpasar, Minggu malam.
Koster mencontohkan bagaimana nantinya riset serta pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi (PT) akan selaras dengan arah dan fokus pembangunan Bali, sehingga dapat berdampak langsung.
"Baik untuk alam, budaya dan manusianya. Komitmen ini akan diperkuat dengan MoU antara pemerintah dan PT," ujar gubernur kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng, ini.
Misalnya saja di bidang pangan, akan dikembangkan komoditas lokal, produk olahan lokal. Lalu bisa juga sinergi dengan aparat desa, untuk pengembangan SDM, dan lainnya. "Jadi saling menguntungkan, bagi Bali secara umum dan bagi perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma-nya," ucapnya.
Dia menambahkan, visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang digali dari akar-akar budaya dan filosofi orang Bali sejak ratusan tahun lampau telah memberikan banyak tema dan bagan bagi riset dan penelitian oleh kalangan perguruan tinggi.
"Jadi andilnya bisa fokus dan searah dengan pembangunan Bali ke depan. Kita harus bersama dan sejalan, jangan sendiri-sendiri, karena kita punya kewajiban bersama pada Bali ini," kata Koster.
Sementara dalam kesempatan itu, Ketua LLDIKTI Wilayah VIII Prof Dr I Nengah Dasi Astawa mengaku telah sejak lama kalangan perguruan tinggi berharap bisa bertatap muka sekaligus berdiskusi dengan Gubernur.
"Kami di kalangan akademisi sudah lama ingin bertemu dan bertatap muka langsung dengan Pak Gubernur," ucap Dasi Astawa.
Ia selanjutnya berharap agar dari pertemuan ini mampu menjadi momentum terbentuknya sinergisitas antara kalangan PT dengan Pemprov Bali guna bersama-sama turut membangun Bali. "Dan saya pastikan kami sangat mudah untuk diajak berkumpul dan berdiskusi bersama," katanya.
Pewarta: Ni Luh RhismawatiEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.