Denpasar (Antara Bali) - Seni lukis klasik yang kini menjadi ikon Bali di dunia internasional pernah berkembang di persada Nusantara yang mampu melahirkan langgam atau gaya khas Pulau Dewata  yang tidak kena anasir seni budaya Jawa maupun daerah lain.

"Hal itu terjadi pada abad XV dan merupakan era 'Golden age of Bali!' sehingga Pulau Dewata  dikagumi masyarakat dunia internasional hingga sekarang ini," kata Drs I Nyoman Gunarsa, seorang maestro seniman lukis yang juga pemilik Museum Seni Lukis Klasik Bali di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, seni lukis klasik Bali yang hingga sekarang tetap lestari diwarisi dari satu generasi ke generasi berikutnya mengandung nilai-nilai filosofis ajaran Agama Hindu dalam epik Ramayana, Mahabrata, Tantri, Pararaton dan rerajahan.

Peninggalan seni lukis klasik Bali hingga kini masih bisa disaksikan kebesarannya antara lain di Kerta Gosa dan Taman Gili,  peninggalan Kerajaan Bali terakhir di areal Puri Smarapura, Kabupaten Klungkung.

Demikian pula sejumlah seniman lukis klasik hingga sekarang masih aktif antara lain di Desa Kamasan, Gelgel, Kabupaten Klungkung.(**)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026