Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindusrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada, di Denpasar, Sabtu, mengatakan perolehan devisa dari pengrajin patung kayu itu lebih rendah dibandingkan perolehan pada periode sama 2010 yang mencapai 43,9 juta dolar AS.
Menurut dia, penurunan tersebut dipicu oleh rendahnya pengapalan kerajinan tersebut ke pasar luar negeri dari 26,1 juta set menjadi hanya 18 juta set.
Ia berharap dalam kurun waktu beberapa bulan menjelang akhir tahun, pesanan yang diterima pengrajin semakin bertambah.
Pengrajin patung kayu asal Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Made Susila, menambahkan bahwa pada pertengahan tahun ini ada permintaan melalui kargo, tetapi jumlahnya relatif kecil, sekitar 50-100 set.*
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.