Amlapura (Antara Bali) - Ni Komang Wangi Artini (19) dan Febri (19), dua gadis asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk yang sedang parkir di Dusun Samuh, Desa Bugbug, Karangasem.

"Artini tewas di lokasi kejadian, sedangkan Febri mengalami pendarahan hebat dari hidung dan telinga. Korban itu  meninggal dalam perawatan di rumah sakit setempat," kata Kepala Sub Bagian Humas  Polres Karangasem AKP Made Wartama, Kamis.

Peristiwa yang terjadi pada hari Rabu (3/8) malam itu, kata dia, diawali dari  kedua korban datang dari arah Amlapura menuju Klungkung.

"Mereka mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK 6635 SM," katanya.

Sesampainya di tempat kejadian, kata dia, karena kecepatan motor yang dikendarai Ni Komang Wangi sangat cepat akhirnya menabrak truk fuso DK 9341 WE yang sudah lama teronggok di pinggir jalan karena rusak.      

"Komang Wangi selaku pengendara rupanya tak menyadari keadaan tersebut. Korban tetap tancap gas meski memasuki jalur yang sedikit menikung ke kiri," jelasnya.

Sebenarnya jalur yang dilalui kedua gadis itu, jelas Wartama,  tidak terlalu gelap karena ada lampu penerangan jalannya.

Namun hal itu tak cukup membantu, jelas dia karena kenyataannya ketika melintas di TKP, Komang Wangi langsung menghantam pantat truk yang berukuran jumbo tersebut.

"Wangi seketika meregang nyawa akibat luka parah di bagian kepala. Selain itu gadis malang ini juga mengalami patah tulang pada kedua tangan dan kaki kirinya," jelasnya.

Sementara itu sopir truk Gede Gelis Arsana (24) asal Dusun Yeh Bunga, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem,  Kabupaten Karangasem tidak ada ditempat. "

Namun begitu menindaklanjuti kasus tersebut, pihak Satuan Lalu Lintas Polres Karangsem sudah memeriksa yang bersangkutan termasuk beberapa saksi lainnya. Hasil penyelidikan awal menyebutkan lakalantas lebih dikarenakan kelalaian korban," jelasnya.(*)




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026