"Tim pemantau (monitoring) yang terdiri dari Disperindag, Bagian ekonomi , Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional VIII Bali-Nusra dan Bank BRI melakukan pemantauan dan eveluasi terhadap UKM di beberapa lokasi di Denpasar, dan hasilnya cukup mengembirakan karena semua berjalan sesuai dengan aturan," kata Erwin Suryadarma Sena di Denpasar, Minggu.
Pemantauan itu dilakukan pada Jumat (20/4) dengan mengunjungi perusahaan Pie Susu Barong di Jalan Nangka, Gang Nuri dan usaha telur asin di Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.
Dari pemantauan tersebut, Erwin menuturkan bahwa KUR mampu mendukung kegiatan usaha dan mendorong produktivitas usaha.
"Kami harapkan perbankkan terus memberi bantuan kepada UKM di Kota Denpasar. Karena permasalahan yang ada di UKM adalah akses permodalan," ucapnya.
Erwin Suryadarma Sena berharap pemberian dana KUR kepada UKM dengan bunga murah tujuh persen setahun, sehingga UKM di Denpasar akan terus bergerak meningkatkan usahannya. Dulunya UKM yang ada masih mikro dan sekarang adanya bantuan dana, pelatihan termasuk pemasaran akan naik kelas menjadi usaha kecil dan seterusnya.
"Ke depan kami harapkan UKM-UKM di Kota Denpasar akan tumbuh dan berkembang. Mengingat wirausaha-wirausaha di Denpasar minimal tumbuh di atas dua persen. Bahkan sekarang sudah tumbuh lebih dari tiga persen," ujarnya.
Sementara itu, Marketing Bank BRI Cabang Gajah Mada Denpasar, Dewa Suta mengatakan, sejak KUR diluncurkan tahun 2016, wilayah Denpasar menyerap paling tinggi untuk realisasi KUR mencapai Rp770 miliar sampai
Maret 2018 dengan jumlah kredit bermasalah mencapai 0,8 persen.
Menurut Suta, penyaluran KUR dari Januari hingga Maret 2018 pencapaiannya sudah melampui target yakni Rp 514 miliar. Penyaluran KUR khusus dari Bank BRI ini diharapkan tepat sasaran dan bisa mengembangkan ekonomi di daerah dan UMKM.
"Kami harapkan dengan bantuan dana KUR ini dapat memacu bisnis yang awalnya dari rumah tangga menjadi usaha besar dan mandiri," ujar Suta.
Staf Edukasi dan perlindungan Konsumen OJK Regional VIII Bali-Nusra, Heryadi menjelaskan plafon KUR yang diberikan kepada pemilik usaha Pie Susu Barong sebesar Rp400 juta. Usaha pie susu ini sudah mampu memproduksi 1.000 kotak setiap hari.
"Kalau awal diberikan modal baru bisa memproduksi 700-800 kotak per hari dengan harga Rp12.000 hingga Rp13.000 per kotak," ucapnya.
Pemilik usaha Pie Susu Barong Ketut Panji Kartika mengatakan dirinya merintis usaha tersebut sejak tahun 2008 yang dikerjakan dengan sendiri. Seiring berkembangnya usahanya mulai mempekerjakan karyawan sebanyak 16 orang.
"Produksi pie susu rata-rata 10.000 biji per hari dengan omset mencapai Rp12 juta dengan meraup keuntungan 15 persen," katanya. (WDY)
Pewarta: I Komang SupartaEditor : Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.