Menurunnya produksi jagung tersebut akibat sisa tanaman jagung akhir tahun 2010 yang bisa dipanen awal tahun 2011 lebih rendah dibanding sisa tanaman jagung akhir tahun sebelumnya.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, produksi jagung tersebut dalam subround II periode Mei-Agustus 2011 diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,90 persen, namun kembali menurun pada subround III periode September-Desember 2011 sebesar 2,76 persen.
Dengan demikian secara total produksi jagung di Bali dalam tahun 2011 diperkirakan akan menurun sebesar 7,11 persen sebagai akibat berkurangnya realisasi tanaman jagung pada bulan Januari lalu seluas 4.809 hektare.
Selain itu penananam jagung pada subround II dan subround III 2011 tidak terjadi banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya, sehingga tidak mampu mengimbangi penurunan produksi jagung yang terjadi pada subround I.
Gede Suarsa menyambut baik trobosan yang dilakukan Pemprov Bali, melalui Dinas Pertanian setempat untuk membantu pengadaan bibit jagung jenis unggul sebanyak 11,15 ton, sebagai upaya mengintensifkan pengembangan tanaman.
Bibit jagung tersebut diberikan kepada petani yang terhimpun dalam sistem pertanian terintergrasi (Simantri) yang dibentuk dalam tahun ini sebanyak 100 unit.
Bantuan bibit jagung tersebut menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng untuk memenuhi kebutuhan bibit terhadap pengembangan lahan ratusan hektare sebagai tanaman sela, maupun khusus tanaman jagung, setelah panen tanaman padi.
Pengembangan jagung dan jenis tanaman hortikultura lainnya seperti kacang tanah, kedelai merupakan pola tanam yang diterapkan petani sedemikian rupa, yakni dua kali tanaman padi dan sekali palawija setiap tahunnya.
Dengan pola tanam yang demikian itu, selain diharapkan mampu mengembalikan kesuburan tanah, juga memutus berkembangnya hama penyakit tanaman.
Bali selama 2010 mampu memproduksi jagung sebanyak 64.515 ton merosot 26,65 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 91.759 ton.
Bali memiliki sawah baku seluas 81.400 hektar yang penanamannya diatur sedemikian rupa dua kali padi dan sekali palawija setiap tahunnya, ujar Ketut Teneng.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.