Mereka sebagian besar datang lewat Bandara Ngurah Rai, Bali dengan menumpang pesawat dari negaranya, hanya tercatat dua orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Gede Suarsa MSi di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, meski masyarakat Korsel ke Bali meningkat tipis, namun negara itu berhasil naik peringkat dari urutan ketujuh menjadi posisi keenam dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Pulau Dewata.
Korsel menempati posisi keenam setelah Australia, China, Jepang, Malaysia dan Taiwan. Sementara selama 2010 wisatawan Korsel ke Bali mencapai 124.729 orang, menurun 0,13 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 124,889 orang.
"Korsel mampu memberikan kontribusi sebesar 4,62 persen dari total turis ke Bali sebanyak 1,05 juta orang, meningkat 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 992.335 orang.
Gede Suarsa menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, delapan negara diantaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hanya dua negara menunjukkan adanya penurunan.
Kedelapan negara yang masyarakatnya meningkat signifikan ke Bali selain Korea Selatan juga Australia meningkat 29,34 persen dari 231.361 orang menjadi 275.957 orang, China 4,19 persen dari 83.535 orang menjadi 87.038 orang dan Malaysia bertambah 25,41 persen dari 53.383 menjadi 65.950 wisatawan.
Selain itu wisatawan Inggris juga bertambah 31,74 persen dari 30.335 menjadi 39.963 orang, Singapura naik 33,23 persen dari 29.862 menjadi 39.784 wisatawan, Prancis 8,37 persen dari 35.264 menjadi 38.426 orang dan Rusia naik 25,72 persen dari 28.518 menjadi 35.853 wisatawan.
Sedangkan dua negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali meliputi Jepang 24,60 persen dari 99.473 orang pada lima bulan pertama 2010 menjadi 74.999 orang periode yang sama 2011.
Demikian juga masyarakat Taiwan berkurang 4,87 persen dari 54,628 orang menjadi 52.157 orang.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.