Denpasar (Antara Bali) - Perusahaan Daerah (PD) Parkir Kota Denpasar mengatakan, pihaknya telah mengoperasikan lahan parkir di Gedung Olahraga Ngurah Rai bagi pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33, namun sayang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

"Banyak warga yang akan mengunjungi memilih parkir di dekat lokasi PKB dengan alasan lebih dekat sampai, sehingga lahan parkir yang kami siapkan itu tidak banyak yang memanfaatkan," kata Direktur PD Parkir Nyoman Gde Sudiantara di Denpasar, Senin.

Dia mengatakan, akibatnya masyarakat yang harus menanggung resiko dengan membayar tarif parkir yang lebih mahal dari seharusnya karena lahan parkir yang ada di sekitar Taman Budaya, tempat pelaksanaan PKB, dikelola oleh desa adat setempat.

Dengan demikian kebijakan tarif tersebut merupakan ketentuan pihak pengelola, tambah dia, hal itu bukan kewenangan PD Parkir.

"Tampaknya hal itu yang diinginkan oleh masyarakat yakni rela membayar parkir dengan tarif yang lebih tinggi karena tidak mau menggunakan lahan parkir yang kami sediakan di GOR Ngurah Rai," ujarnya.

Sudiantara menjelaskan, lahan parkir untuk warga yang akan mengunjungi PKB telah dioperasikan mulai pesta kesenian itu dilaksanakan pada 10 Juni lalu.

Berdasarkan analisanya, lahan parkir di GOR Ngurah Rai itu dapat menampung 150 unit mobil, sedangkan sepeda motor bisa ditampung sebanyak 400 unit.

PKB ke-33 tidak hanya menampilkan beragam kesenian di Pulau Dewata dari seluruh kabupaten/kota di Bali, tetapi juga dari beberapa provinsi lainnya bahkan sampai negara tetangga.

Acara tahunan itu memang masih memiliki daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan karena selalu menampilkan hal-hal yang baru.

Bahkan ada beberapa tarian yang hampir punah dan sudah tidak pernah dipertontonkan selama puluhan tahun, untuk pertama kalinya disuguhkan dalam kegiatan akbar tersebut.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026