Semarapura (Antara Bali) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung, I Putu Tika Winawan mendesak pemerintah untuk memperbaiki jembatan yang jebol di wilayah Minggir, Desa Gelgel, Kecamatan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali.

"Jembatan yang jebol itu sangat mengganggu kelancaran lalu lintas, disamping telah merenggut korban jiwa," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, I Putu Tika Winawan, Selasa.

Ia menyayangkan, pemerintah sangat lambat dalam melakukan perbaikan fasilitas umum, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) bertindak cepat mengatasi kerusakan tersebut. Jika memang anggaran yang menjadi kendala, anggota dewan siap berusaha memperjuangkan anggaran yang dibutuhkan tersebut.

"Jika perlu kami di dewan memperjuangkan agar masalah anggaran perbaikan jembatan itu dialokasikan melalui anggaran mendahului," ujar politisi asal Desa Selat, Klungkung tersebut. Senin dini hari (27/6) jembatan itu menelan dua dua korban jiwa pengendara sepeda motor DK 3026 AM, masing-masing I Ketut Sudiantara (30) asal Banjar Tabanan, Desa Kamasan, yang dibonceng I Wayan Suardana (37) asal banjar Peken, Kamasan, Klungkung.

Keduanya tewas di tempat kejadian perkara (TKP) setelah terjun ke badan jalan yang putus sedalam empat meter. Korban Sudiantara yang mengendari sepeda Motor Yamaha itu mengalami luka pada kepala yakni luka robek pada dahi kiri dan mengalami cedera kepala berat.

Sementara rekannya Suardana luka pada pipi dan bibir membiru. Korban juga diduga mengalami benturan pada bagian kepalanya. Sebelumnya, jembatan yang putus sejak tahun 2010 itu menelan satu korban Nengah Mudiarta. Malahan keluarga korban sempat menggugat Kepala Dinas PU Klungkung karena dianggap lalai melakukan perbaikan.

"Inilah sederatan korban yang telah ditelan akibat putusnya jembatan yang sampai saat ini belum mendapatkan perbaikan," ujarnya.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026