Denpasar (Antara Bali) - Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), yakni pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat Bali yang dirintis sejak awal 2010 hingga kini belum diluncurkan, karena masih mengalami penyempurnaan pelaksanaannya.

"Kini masih sedang dicetak 600.000 kartu elektronik tahap pertama bagi warga yang berhak menikmati pelayanan kesehatan secara cuma-cuma itu," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, pencetakan kartu eletronik bagi warga masyarakat miskin itu nantinya akan dapat diakses oleh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) maupun di rumah sakit seluruh kabupaten/kota untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

"Setelah kartu elektronik itu rampung, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wagub AAN Puspayoga yang merintis pelayanan kesehatan secara cuma-cuma untuk membantu masyarakat kurang mampu, segera akan meluncurkan program tersebut," tutur Ketut Teneng.

Warga yang memerlukan perawatan kesehatan, cukup menunjukkan kartu elektronik yang dimiliki bisa menikmati pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas dan rumah sakit di daerah ini.

"Jadi dengan kartu itu tidak lagi harus berobat di puskesmas atau rumah sakit di mana tempatnya bermukim," tutur Ketut Teneng.

Hal itu dimaksudkan untuk memberikan kemudahan, sekaligus mengantisipasi masyarakat yang tidak berhak menikmati pelayanan cuma-cuma, karena kondisi ekonomi sudah mapan, atau sudah dilayani asuransi lain.

Pemprov Bali untuk melaksanakan program JKBM dalam tahun 2011 mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar serta delapan kabupaten dan satu kota di Bali secara patungan hingga terkumpul dana sebesar Rp81 miliar.

Dengan demikian untuk program JKBM tersedia dana Rp181 miliar yang dialokasikan sedemikian rupa ke Puskesmas dan sebelas rumah sakit kabupaten/kota, RSUP Sanglah dan rumah sakit jiwa Bangli.

JKBM selama lima bulan, periode Januari-Mei 2011 telah menyerap dana sebesar Rp37,54 miliar , yang terdiri atas pelayanan untuk rumah sakit sebesar Rp34,49 miliar dan pelayanan di tingkat Puskesmas  sebesar Rp3,05 miliar.

Pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas selama lima bulan pertama 2011 melayani rawat jalan sebanyak 215.275 orang, rawat inap 287 orang, unit gawat darurat 5.273 orang dan rujukan ke rumah sakit 5.889 orang.

Sedangkan pelayanan kesehatan pada sebelas rumah sakit pemerintah, yang ditunjuk sebagai pelaksana JKBM melayani 65.950 orang.

Mereka yang menderita berbagai jenis penyakit itu memperoleh pelayanan rawat jalan 42.608 orang, rawat inap 13.205 orang dan UGD 10.137 orang, tutur Ketut Teneng.




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026