Denpasar (Antara Bali) - "Sweeping" oleh petugas Badan Narkotika Nasional dengan target mencari narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Sabtu dini hari, berujung ricuh.

Kericuhan bukan hanya menimbulkan kerusakan kantor dan ruang tahanan, tetapi juga mengakibatkan sejumlah narapidana, aparat lapas dan wartawan mengalami luka-luka akibat terjadi bentrok.

"Memang Sabtu (25/6) sekitar pukul 02.00 Wita, dari BNN datang mau mencari target yang bernama Hariadi. Kalau tidak salah mantan anggota Densus 88, dan masuk lapas ini sejak 2010 dengan vonis lima tahun penjara. Itu kalau tidak salah," ungkap Kepala Lapas Denpasar Siswanto, Sabtu pagi.

Siswanto menjelaskan, sebelum melakukan sweeping atau penyisiran untuk mencari targetnya, pihak BNN telah berkoordinasi dengan pihak Lapas.

"Aparat BNN telah berkoordinasi dengan kami, dan kami melayani mereka," katanya.

Lanjut Siswanto, "Kemudian kami mencari target tersebut di Wisma Cempaka 2. Namun setelah target ketemu dan akan diambil BNN, mereka (narapidana lain) berontak dan melawan, maksudnya mereka marah karena kawannya diambil oleh BNN".

Seusai para napi berontak menyikapi kegiatan penyisiran itu, tim BNN akhirnya keluar.

Dalam kerusuhan tersebut dikabarkan seorang wartawan yang turut dalam kegiatan itu ada yang terluka akibat pukulan dari para napi, bahkan Kalapas Siswanto juga mengalami luka di tangan kanan dan bagian kepala.

Untuk meredakan aksi kerusuhan tersebut, pihak Lapas melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kuta Utara.

Akibat peristiwa tersebut pula, sejumlah tempat mengalami kerusakan seperti kaca di bagian kantor lapas pecah dan kertas surat-surat administrasi terbakar.

Kini Lapas masih dalam kondisi tegang sehingga petugas terpaksa membuat lembar pengumunan di depan jika jadwal kunjungan narapidana sementara waktu ditutup selama tiga hari demi keamanan.

Sementara itu, pascakerusuhan tersebut, tampak puing-puing batu dan pecahan kaca masih berserakan di depan lapas, dan sejumlah wartawan pun hingga siang masih berada di lokasi menunggu informasi perkembangan peristiwa tersebut.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026