Kegiatan tersebut didukung dengan dana patungan, yakni kucuran dana pemerintah pusat dan APBD Kabupaten seluruhnya sebesar Rp774,12 juta, kata Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng Dra Made Sulastri, Jumat.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut terdiri atas peserta istitusional dari dukungan dana pemerintah pusat untuk menjangkau 96 orang, pelatihan non institusional (MTU) 64 orang, dan peserta pelatihan non-institusional (MTU) dari dana APBD 64 orang.
Pelatihan berlangsung yang berlangsung selama sebulan itu diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang unggul dan bermutu, sekaligus membuka peluang kerja sebagai upaya mengatasi pengangguran.
Hal itu dilakukan mengingat pertumbuhan angkatan kerja di Bali utara masih belum seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.
Belum terjadinya keseimbangan tersebut akibat keterampilan dan pengetahuan para pencari kerja masih relatif rendah, sehingga agak sulit untuk menerobos peluang kerja yang ada.
Made Sulastri menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga
kerja maupun tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Adapun sasaran pelatihan tersebut adalah para pencari kerja, pekerja ter-PHK, dan masyarakat yang membutuhkan serta berminat mengikuti pelatihan.
Dengan ketrampilan yang diberikan, para peserta diharapkan mampu mengisi, menciptakan, memperluas lapangan kerja serta kesempatan membuka lapangan usaha yang baru.
Bupati Buleleng Putu Bagiada menyambut baik kegiatan latihan keterampilan tersebut, dengan harapan memperoleh tenaga kerja yang unggul dan bermutu sesuai peluang kesempatan kerja yang ada.
"Dengan kegiatan ini saya harap bisa membuka peluang kerja bagi para pengangguran dan pencari kerja demi kemajuan Buleleng dalam meningkatkan kualitas SDM dan mampu bersaing di dunia kerja pada
khususnya," harap Bupati Bagiada.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.