Denpasar (Antara Bali) - "Dapur" pengolahan sampah Temesi di Kabupaten Gianyar, Bali, berhasil mendaur ulang 90 persen dari total sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) itu sebanyak kurang lebih 1.800 ton per bulan.

"Jadi hanya 10 persen saja yang masih tersisa dan harus menumpuk di TPA Gianyar," kata Diana Sari Scheib, sales & science manager fasilitas pengolahan sampah Temesi, Gianyar, di Denpasar, Rabu.

Ia menyebutkan, sampah yang didaur ulang telah menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, antara lain sebagai bahan baku pembuatan pupuk ramah lingkungan.

Diana Sari Scheib mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara pada seminar dan pameran tentang pengelolaan sampah yang digelar Pemprov Bali dengan melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai elemen masyarakat di Pulau Dewata.

Dalam kertas kerja berjudul "Penggunaan clean development mechanism (SDM) untuk pengolahan sampah organik di fasilitas pengolahan sampah Temesi", ia mengatakan, kegiatan tersebut dirintis sejak Desember 2004, awalnya hanya mengolah sampah dengan berkapasitas tiga ton per hari.

Lokasi yang juga menjadi pusat pendidikan lingkungan hidup untuk meningkatkan kesadaran masyarakat berkaitan dengan isu-isu lingkungan itu, kapasitas pengolahan sampahnya kemudian ditingkatkan dari tiga ton menjadi 25 ton pada Desember 2008, dan sekarang meningkat lagi menjadi 60 ton per hari.

Peningkatan kapasitas itu berkat adanya perluasan bangunan dari 2.400 meter persegi pada 2008 menjadi 4.760 meter persegi pada Januari 2010.

"Temesi 'recycling' merupakan solusi manajemen sampah yang berteknologi sederhana, berbiaya, berisiko rendah serta terdesentralisasi dan berkelanjutan," tutur Diana Sari Scheib.

Ia menjelaskan, seluruh peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan sampah tersebut berasal dari produk luar negeri yang mudah dirawat dan dioperasikan.

"Temesi 'recycling' telah teregistrasi sebagai proyek CDM sejak 4 November 2008. CDM adalah sebuah mekanisme dunia dalam memperlambat perubahan iklim, di mana salah satunya melalui sektor pengelolaan sampah, yakni dengan menerapkan teknologi pengomposan aerab," ujarnya.

Pengelolaan sampah Temesi merupakan kerja sama antara Rotary Club Ubud, Desa Temesi, Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Yayasan Gelombang Udara Sehat (GUS).(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026