Sejak mulai pertandingan serangan tim sepak bola tuan rumah Bali Devata gencar menyerang ke gawang Aceh United.
Meskipun serangan terus dilakukan tim Bali Devata dan peluang untuk membobol gawang Aceh United cukup banyak, namun kesebelasan anak asuh Lionel C mampu menahannya.
Bahkan pada babak pertama hampir keseluruhan pertandingan dikuasai tim kesebelasan Bali Devata.
Namun pada babak kedua, Bali Devata merubah strategi permainannya, sehingga pada menit ke-49 sundulan Nyoman Armawan atas umpan bola panjang Made Dwi Arya Dana berhasil membobol gawang yang dijaga Rio.
Dengan serangan bola yang begitu gencar dilakukan Bali Devata sehingga membuat pergumulan di depan gawang Aceh United dimanfaatkan untuk kembali mencetak gol oleh sundulan Made Dwi Arya Dana atas umpan pemain tengah Mulki Alifa Hakim pada menit ke-73.
Setelah dibobol gawangnya, kesebelasan Aceh United mencoba membangun serangan ke areal Bali Devata, namun dapat diimbangi oleh kesebelasan tuan rumah.
Beberapa kali tampak kedua kesebelasan membuat pelanggaran, sehingga wasit Saikat mengeluarkan tiga kartu merah, yaitu dua kartu untuk pemain Aceh (Rico Suprianto dan Alain Nkong) dan satu kartu pemain Bali Devata Raphael Maitimo.
Selain kartu merah, wasit juga memberi lima kartu kuning yakni tiga kartu untuk Bali Devata dan dua kartu Aceh United.
Hingga wasit asal India tersebut meniup pluit panjang pada cuaca yang cerah itu, skor tetap 2-0.
Seusai pertandingan, pelatih Bali Devata Willy Scheppers mengaku cukup puas anak didiknya mampu mencetak gol.
"Saya cukup puas anak-anak bisa memetik skor. Walau wasit pemimpin pertandingan pada babak pertama rasanya ada keberpihakan kepada tim lawan. Tapi itu tidak jadi masalah. Buktinya tim kami mampu cetak gol," ucap Wiily yang didampingi tim managernya Made Raymond.
Ia mengatakan, memang anak asuhnya berkeinginan untuk memenangkan pertandingan kali ini. Kemenangan ini sebagai bukti bahwa tim Bali Devata berupaya tampil terbaik dan tidak ingin mengecewakan pendukungnya,
Sementara itu, pelatih sepak bola Aceh United Lionel C mengakui permainan lawannya (Bali Devata) lebih Baik. Hal itu terbukti kesebelasan tersebut mampu membobol gawang anak asuhnya.
"Tim Bali Devata memang permainannya cukup bagus. Tetapi kelihatannya wasit kurang baik memimpin pertandingan. Semestinya banyak peluang anak asuhnya mendapat kesempatan menciptakan gol. Tapi wasit terlalu cepat memberi dua kartu merah pada pemain kami," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, LPI ke depannya harus mencari wasit yang lebih baik memimpin pertandingan. Tidak seperti pertandingan putaran LPI sekarang.
"Ke depan LPI harus merubah susunan wasit yang akan memimpin pertandingan supaya lebih netral. Tidak ada keberpihakan kepada salah satu tim yang bertanding yang terlihat seperti sekarang ini," ucap Lionel dengan nada kecewa.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.