Gianyar (Antara Bali) - Tim Bali Devata akhirnya harus menuai kekalahan di kandang setelah dibekuk kesebelasan PSM Makassar dengan skor tipis 2-3 (0-1).

Kekalahan pada pertandingan lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) itu disaksikan ribuan penonton di Stadion Kapten Dipta, Kabupaten Gianyar, Minggu.

Gol pertama dicetak pemain PSM Makassar Andi Oddang pada menit ke-18 atas umpan panjang dari pemain gelandang tengah.

Pada pertandingan kali ini, sejak awal tim PSM Makassar tampak menguasai lapangan, sehingga pergumulan bola lebih sering berlangsung di areal Bali Devata.

Hingga turun minum, kedudukan skor pertandingan yang diselimuti hujan masih tetap 0-1 untuk kesebelasan PSM Makassar.

Pada babak kedua, pemain dari kota anging mamiri itu semakin gencar melakukan serangan ke areal Bali Devata, bahkan hampir beberapa kali gawang yang dijaga Ngurah Komang Arya dijebol PSM Makassar.

Pergumulan bola di depan gawang tuan rumah yang semakin gencar, pada menit ke-55, Marwan Sayedeh pemain PSM Makassar melalui tendangannya berhasil membobol gawang Bali Devata.

Kesebelasan PSM dengan strategi serangan bola panjang tersebut kembali memasukan gol dengan sundulan kepala Rahmat pada menit ke-56.

Dengan serangan bertubi-tubi oleh kesebelasan tamu, maka Bali Devata mencoba membangun kekompakan permainan sehingga pada menit ke-69 pemain Made Dwi Arya Dana mampu mencetak gol.

Anak asuh Willy Scheppers terus mengembangkan strategi permainan setelah mampu mengantongi satu gol tersebut dengan teknik umpan panjang untuk menjangkau areal PSM Makassar.

Berkat strategi tersebut pemain Ketut Mahendra mampu monjebol gawang yang dijaga Deny Marcel pada menit ke-89.

Wasit Jayric Iligan asal Filipina hingga meniup peluit panjang pertandingan dimenangkan oleh PSM Makassar 3-2.

Ditemui seusai pertandingan, pelatih PSM Makassar Wilhelmus H menyatakan puas atas hasil yang diraih anak didiknya.

"Jujur kami akui puas dengan hasil pertandingan ini, karena semua pemain mampu menerapkan strategi yang diarahkan," ucapnya.

Ia mengatakan, walau tim kesebelasannya tandang ke Bali tanpa suporter, namun anak asuhnya sangat tenang melakukan permainan.

Sementara itu, pelatih Bali Devata Willy Scheepers mengatakan, anak asuhnya sudah bermain baik, namun tidak bisa memanfaatkan banyak peluang yang ada.

"Kami akui tim PSM Makassar lebih tangguh, karena pemainnya juga sudah berpengalaman di berbagai kejuaraan. Sedangkan Bali Devata pemainnya hampir semuanya dari klub amatir," ucap Willy yang didampingi managernya Made Raymond.

Dikatakan, pada pertandingan ini benar-benar menunjukkan permainan yang masih di bawah dari strategi pada klub asalnya. Pihaknya telah berupaya pada latihan Rabu (27/4) untuk memberikan strategi menghadapi lawan.

"Hanya sebagian kecil mampu ditunjukkan oleh anak-anak. Pertandingan ini sebagai evaluasi ke depan. Mungkin pada liga berikutnya kami harus mencari pemain baru lagi," katanya.

Ia juga merasa kecewa terhadap suporter Bali Devata yang kurang memberikan semangat.

"Walau demikian, semestinya para pemain kami tidak harus terpaku pada perilaku seporter. Kepercayaan diri masih kurang. Oleh karena itu kami berharap para suporter Bali Devata memberi dukungan penuh," pinta willy.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026