"Upaya revitasilasi itu kini baru dalam tahap pengkajian dan studi kelayakan," kata Direktur Utama PD Pasar Kabupaten Badung I Ketut Golak di Abiansemal, Rabu.
Dia mengatakan, pengkajian itu berguna untuk mencari data para perajin yang bisa diajak untuk bekerja sama guna menghidupkan kembali pasar tersebut.
Namun, dia tidak bisa menyebutkan seberapa banyak perajin yang akan dikumpulkan dalam satu kawasan di pasar itu, sebab pendataan tengah dilaksanakan.
"Konsep pasar seni modern itu adalah untuk menampung para perajin seni melakukan penyajian secara langsung tentang hasil karya yang dihasilkannya di hadapan calon pembeli atau wisatawan," ujarnya.
Dia berharap berubahnya Pasar Kertasari menjadi pasar seni modern bisa menjadi salah satu tempat atraksi budaya dan kesenian di kawasan Badung Tengah.
Dengan demikian, pada gilirannya dioharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi wilayah tersebut, ucapnya.
Mengenai pendanaan, ia menyebutkan berasal dari kerja sama dengan berbagai pihak terkait, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. "Soal dana masih sedang dalam perhitungan," katanya.
Ketut Golak mengatakan, jika pasar tersebut sudah direvitalisasi, maka bisa menampung sekitar 100 perajin dalam bidang seni dan agrowisata. Hal itu sesuai dengan kapasitas kios ataupun los yang tersedia di pasar tersebut.
Pasar Kertasari di kawasan Abiansemal, tercatat menempati lahan seluas satu hektare. Pasar tradisional itu saat ini masih beroperasi, namun kondisinya cukup sepi pengunjung.
PD Pasar Kabupaten Badung sejauh ini membawahkan sembilan pasar yang berada di kabupaten terkaya di Pulau Dewata itu.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026