"Program itu adalah penajaman konsep program Bali Banjar Mandiri yang bertujuan meningkatkan pemahaman pemanfaatan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menunjang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang," kata Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di sela-sela acara.
Dia mengatakan, guna menunjang program tersebut Telkomsel juga meluncurkan Kartu As edisi Hindu dengan akses *124*9#.
Dalam paket edisi religi tersebut selain dapat menikmati tarif paling murah, pelanggan juga dapat menikmati berbagai layanan konten kerohanian agama Hindu secara gratis, seperti kalender Hindu, dharma wacana Pedanda, NSP rohani dan ajaran Bhagawad Gita.
Selain itu pelanggan juga berkesempatan mengikuti program TELKOMSELIbadah Hindu dengan hadiah paket perjalanan suci (Tirtayatra) ke India.
Acara Dharma Santi sebagai rangkaian kegiatan terakhir Safari Nyepi Telkomsel atau Dharma Yatra yang sebelumnya dilaksanakan di Lampung dan Jawa Tengah.
"Kami sangat senang bisa berbagi kebahagiaan dan kebersamaan Hari Nyepi dan Saraswati bersama masyarakat, pelanggan dan karyawan Telkomsel pemeluk Agama Hindu di Bali," ujarnya.
Sarwoto menjelaskan, pelaksanaan kegiatan itu merupakan wujud syukur atas pencapaian 100 juta pelanggan saat memasuki usia 16 tahun. "Semoga apa yang kami persembahkan menjadi manfaat bagi masyarakat," harapnya.
Kegiatan Dharma Shanti Telkomsel 2011 yang pertama kalinya dilaksanakan itu bertemakan, "Telkomsel Untuk Indonesia Damai: Di Hati, Untuk Sesama, Bagi Alam Semesta".
"Kegiatan Safari Nyepi-Dharma Yatra dan Dharma Shanti tersebut merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam mewujudkan Good Corporate Citizenship sebagai perusahaan yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia," katanya.
Saat acara tersebut selain meluncurkan program Banjar Go Online, Telkomsel juga memberikan penghargaan bagi maestro seni di Pulau Dewata dan melepas 20 pelanggan pemenang perjalanan rohani Hindu atau Tirta Yatra 2011 ke India.
Cilpacastra Award diberikan kepada empat maestro seni Bali, yakni Ida Bagus Wirjana (Seniman Tari Kebyar Duduk, Baris, Oleg, dsb), I Gusti Ayu Raka Rasmi (Seniman Tari Oleh Tamulilingan Pertama), Ni Wayan Murdi (Arja atau Mantri Manis) dan Ni Ketut Arini Alit (Penari Pendet Pertama).
"Kami berharap penghargaan itu dapat diberikan rutin setiap tahun guna membantu upaya pelestarian kesenian Bali," ujar Sarwoto.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.