"Pemerintah perlu memprakarsai terbentuknya forum komunikasi yang menghimpun mantan presiden dan mantan wakil presiden. Saatnya kaum elite menyudahi kegaduhan politik," kata Rifai di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa generasi muda ingin melihat perbedaan haluan politik tidak menghalangi para tokoh bangsa untuk bisa berhimpun dan rembuk bersama, serta dapat saling memberi masukan positif agar kondisi negara, bangsa, dan masyarakat makin kuat.
Menurut dia, saat ini ada kecenderungan demokratisasi politik mendistorsi tradisi, nilai, dan sendi kebangsaan. Satu di antaranya disebabkan oleh ucapan, langkah, dan kebijakan elite politik yang tidak jarang memicu kegaduhan di ruang publik.
"Kami berharap agar kaum elite dapat menempatkan kepentingan kebangsaan di atas hasrat politik golongan maupun kelompok," katanya.
Ia menambahkan bahwa forum kebangsaan yang terdiri atas para tokoh bangsa tersebut juga terdapat di negara-negara pelopor demokrasi. Forum itu sebagai media komunikasi dan interaksi antara presiden dan mantan presiden. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Indriani: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.