Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,43 poin (0,15 persen) menjadi 970,58 poin.
"Ancaman kelebihan pasokan minyak dunia dan geopolitik global menjadi salah satu pemicu pelemahan IHSG," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa ekspor minyak mentah Libya naik ke level tertinggi dalam tiga tahun di tengah upaya Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan non-OPEC membatasi surplus pasokan global.
Selain itu, ia melanjutkan, ada ancaman serangan Amerika Serikat ke Korea Utara setelah peluncuran rudal balistik antarbenua Korea Utara untuk kedua kalinya.
Dari dalam negeri, ia mengatakan, sentimen mengenai upaya pemerintah menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan impor, terutama untuk bahan baku, diharapkan direspons positif pasar.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan nilai tukar rupiah yang kembali terapresiasi terhadap dolar AS turut menambah sentimen positif bagi IHSG. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.