Negara (Antara Bali) - Polres Jembrana menangani kasus pencurian yang menimpa pemilik empat rumah dalam satu malam di di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Kota Negara.

Pjs Kasubag Humas Polres Jembrana AKP Ketut Siman Atmaja seizin Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya di Negara, Senin membenarkan adanya pencurian tersebut dan anggota kini melakukan penyelidikan.

"Terkait ini, kami minta seluruh masyarakat Jembrana untuk waspada dan melakukan siskamling. Keamanan akan lebih terjaga jika ada partisipasi dari masyarakat, mudah-mudahan pelaku pencurian ini segera tertangkap," ujarnya.

Informasinya, dari empat korban, Gusti Ayu Made Febrianti Kusumadewi menderita kerugian paling banyak mencapai Rp4,5 juta. Di rumah dokter ini, pencuri membawa kabur satu unit laptop dan satu hanphone.
    
Selain itu pencuri yang masuk dengan mencongkel jendela tersebut pada Minggu (8/5) malam tersebut juga mengambil tas warna coklat yang berisi alat-alat dan dokumen kedokteran.
    
"Tapi tas itu ditemukan tidak jauh dari rumah ini," kata Trisna, ibu dari Febrianti.
    
Trisna maupun Febrianti tahu rumahnya dibobol pencuri setelah bangun sekitar pukul 05.00 wita.   Pelaku pencurian yang diduga sama juga beraksi di rumah Ketut Ari Susandiwinata yang berlokasi di Jalan Bonsai.
    
Menurut Ketut Ari, sekitar pukul 01.00 wita sebenarnya Ni Made Ratih Arianti, istrinya, mendengar suara mencurigakan. Saat mendengar suara, Ratih sempat bertanya apakah ada orang, namun tidak ada jawaban.
    
"Karena tidak ada sahutan, istri saya melanjutkan tidur. Ternyata itu suara maling," kata Ari.
    
Pencuri yang juga masuk dengan mencongkel jendela ini membawa kabur dua hanphone merk Nokia dan Samsung serta uang sekitar Rp500 ribu. Korban selanjutnya adalah rumah milik Nyoman Budiarta, anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.
    
Sama dengan di lokasi lain, pencuri masuk setelah mencongkel jendela rumah yang berdekatan dengan rumah Febrianti tersebut. Dari rumah ini, pencuri membawa uang tunai Rp120 ribu.
    
Sedangkan di rumah terakhir, pencuri tidak mendapatkan apa-apa karena merupakan rumah kosong yang belum sepenuhnya jadi.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026