Informasi dari Humas Pemkab Klungkung yang diterima Antara di Semarapura, Kamis, menyebutkan penandatanganan NPHD itu dilakukan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dengan Ketua KPU Kabupaten Klungkung, I Made Kariada, di Semarapura, Rabu (21/6).
Dalam penandatanganan yang disaksikan Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Ketut Rudia, Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Wiarsa Raka Sandi serta OPD terkait di Semarapura itu, Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada, menyampaikan terima kasih atas dukungan jajaran Pemkab Klungkung.
"Dengan kerja sama itu, maka NPHD Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung bisa berjalan dengan lancar mulai dari tahap awal pengajuan, pencairan hingga pertanggungjawabannya nanti," katanya.
Ia menegaskan bahwa KPU Klungkung akan selalu berusaha menjaga akuntabilitas laporan keuangan serta transparansi penggunaannya.
"Semoga dengan pendatanganan NPHD ini bisa memberikan semangat kepada seluruh masyarakat dalam menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung tahun 2018," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Suwirta menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penandatanganan NPHD tersebut.
"Saya harap KPU dan Bawaslu selalu seimbang dalam menjalankan hak dan kewajiban serta mengedepankan independensinya, meskipun ada petahana yang ikut Pilkada," katanya.
Bupati Suwirya menjelaskan Pilkada tergolong berhasil jika tahapan berjalan lancar, partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih tinggi, serta pemilih bisa terdaftar secara maksimal.
"Untuk itu, saya harap KPU Klungkung agar selalu berkoordinasi dengan Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam pemutakhiran data," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Klungkung yang sudah memfasilitasi kegiatan Pilkada.
"Saya berharap penyelenggara dalam melaksanakan tahapan Pilkada selalu tertib administrasi dan aturan yang berlaku," katanya.
Bedah Desa
Sebelumnya (19/6), Bupati Suwirta melakukan bedah desa ke-30 di Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, baik infrastruktur rumah, masalah kesehatan, tingkat pendidikan, perekonomian desa, maupun masalah sosial lainnya.
"Kami tidak menjanjikan semua selesai, tetapi secara bertahap dan skala prioritas. Tetapi masalah kemiskinan harus segera ditangani," ujar Bupati.
Saat itu, Bupati Suwirta mengunjungi sejumlah KK miskin, diantaranya berada di tengah tegalan, sehingga Bupati bersama jajarannya harus melewati jalan setapak penuh lumpur sejauh kurang lebih 100 meter.
"Ada empat KK yang kita temui dan di tahun 2018 harus diadakan bedah rumah semua, termasuk anak-anaknya yang putus sekolah harus disupport untuk pemberantasan buta aksara," katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Naufal Fikri Yusuf: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.