"Jasa besar yang telah beliau tanamkan sebagai tokoh sepak bola adalah dengan memunculkan tiga klub sepak bola ternama di Bali," kata Humas PSSI Pengda Kota Denpasar Dewa Gede Rai kepada ANTARA, Selasa.
Made Sumer yang juga Ketua DPRD Kabupaten Badung meninggal dunia karena hipertensi saat dalam perawatan di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya, Senin (2/5).
Dewa Rai mengatakan, ketiga klub sepak bola yang dimunculkan dan ikut dibesarkan oleh Made Sumer itu adalah Perseden, Persekaba Badung dan Bali FC.
Hal itu merupakan bentuk totalitas dalam mengembangkan dunia sepak bola di daerah tujuan wisata internasional itu.
Jasa Ketum PSSI Bali selama dua periode tersebut tidak hanya itu, masih banyak hal yang lainnya terutama dalam melakukan pembinaan sejak usia dini.
"Beliau telah berhasil mengayomi dunia sepak bola di Pulau Dewata. Mudah-mudahan jasanya selalu dikenang oleh masyarakat," ujarnya.
Dewa Rai menjelaskan, selain berjasa, sosok I Made Sumer adalah contoh pemimpin teladan yang dekat dengan pengurus lainnya serta berbagai kalangan.
Selain itu juga, tambahnya, tokoh sepak bola itu memiliki banyak akses yang baik dengan pengurus PSSI pusat sebelum terjadi kisruh kepengurusan.
"Kami semua merasa sangat kehilangan dan menyatakan rasa duka yang mendalam atas wafatnya beliau," katanya.
Menurut dia, mengenai pelaksanaan musdalub terkait kepergian Made Sumer, bukanlah kewenangan pihaknya. Karena itu adalah kewenangan pengurus PSSI Pengprov Bali untuk melaksanakannya.
Made Sumer meninggal dunia di tengah anggota keluarga, termasuk istrinya yang sudah berada di Subaraya sejak mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu menjalani perawatan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.