Denpasar (Antara Bali) - Wiji Lestarianto (28), korban terpanggang kobaran api pada peristiwa kebakaran 19 rumah di Jalan Pulau Misol Denpasar, Rabu (27/4) lalu, kondisi kesehatannya mulai stabil setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.

"Saat ini kondisi pasien itu sudah membaik dari pertama kali datang ke rumah sakit," kata Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUP Sanglah dr Kresna Wibawa di Denpasar, Kamis.

Dia mengatakan, meski sudah mulai stabil, namun pasien masih harus diobservasi dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit terbesar di Pulau Dewata itu.

Wiji sekarang dirawat di ruang luka bakar RSUP Sanglah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pasien tersebut mengalami luka bakar sebesar 20 persen.

"Luka yang dialami tidak terlalu banyak, dan terpusat di sekitar punggungnya saja. Pasien mengalami luka bakar stadium II," ujarnya.

Luka bakar yang dialami Wiji berawal dari niat korban untuk menyelamatkan anak tetangganya yang terperangkap dalam peristiwa kebakaran yang sempat menghebohkan kawasan Jalan Pulau Misol.

Dia nekat menerobos kobaran api yang sudah besar untuk menyelamatkan nyawa bocah tersebut. Akhirnya, anak itu pun selamat, namun punggung Wiji hangus terbakar.

Kresna menjelaskan, penanganan yang dilakukan tim dokter rumah sakit tersebut terhadap pasien adalah dengan memberikan cairan infus kepada pasien.

Gunanya, untuk mengembalikan kondisi tubuhnya yang lemah karena kekurangan cairan yang cukup banyak akibat luka bakar itu. 

"Sedangkan untuk luka bakarnya, kami memberikan pengobatan khusus di sekitar bagian tubuh yang terluka," katanya.

Sementara berdasarkan pantauan ANTARA, para korban kebakaran rumah yang cukup dahsyat itu masih tampak terlihat syok dan sedih atas peristiwa yang dialami mereka.

Mereka hanya bisa pasrah menerima semua kejadian itu, dan berharap bisa segera kembali bangkit.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026