Denpasar (Antara Bali) - Hari Pagerwesi yang jatuh Rabu, diwarnai kebakaran dahsyat yang meluluhlantakkan 19 rumah dan kamar kos di Jalan Pulau Misol, Gang XX, Kota Denpasar, Bali.

Akibat kebakaran besar yang melanda kawasan pemukiman padat itu, tiga orang warga mengalami luka bakar dan seorang lainnya tidak sadarkan diri.

Salah seorang korban bahkan harus dirawat intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah karena mengalami luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya.

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat saya sedang melakukan aktivitas untuk mempersiapkan makanan yang akan dijual di warung," kata Yaya Sunarya (49), salah seorang korban kebakaran kepada ANTARA.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran dahsyat itu, namun hanya memperkirakan api berasal dari rumah tetangganya yang berhadapan dengan warungnya.

Saat itu, tambahnya, api sudah terlihat besar sehingga tidak ada hal lain yang bisa dilakukannya selain berlari untuk menyelamatkan diri bersama istri.

"Seluruh harta benda milik saya tidak ada yang tersisa. Semuanya ludes terbakar, hanya saja saya dan istri sempat menyelamatkan sepeda motor yang terpakir cukup jauh," ujarnya pria yang sudah puluhan tahun bermukim di Jalan Pulau Misol.

Menurut Yaya, rumah yang terbakar itu tidak hanya miliknya, namun juga belasan rumah atau kamar kos milik sejumlah tetangga.

Berdasarkan keterangan petugas kepolisian di tempat kejadian, tercatat 19 rumah atau kamar kos yang letaknya berdekatan dengan sumber api turut terbakar.

Dugaan awal kebakaran yang diperkirakan mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah itu akibat hubungan arus pendek listrik di rumah salah seorang warga bernama Anda Suhanda.

Dalam peristiwa itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengerahkan sedikitnya empat unit kendaraan pemadam kebakaran. Kobaran api yang dahsyat itu baru bisa dikuasai setelah sekitar satu jam.

Para korban kebakaran tampak terlihat syok dan sebagian masih berkumpul sambil berusaha mencari barang berharga milik mereka yang masih tersisa. Mereka tampak berkumpul ditemani rekan dan para kerabat yang datang untuk melihat kondisi anggota keluarganya.

Sementara kondisi Wiji Lestarianto (28), korban yang mengalami luka bakar parah terlihat sedang ditangani oleh tim medis RSUP Sanglah secara intensif di ruang UGD.

"Hampir seluruh bahu korban mengalami luka bakar, kondisinya mencapai stadium dua," kata Uyun Suhanda, kerabat korban saat berada di rumah sakit.

Dia mengatakan, korban terbakar karena berusaha menyelamatkan salah seorang anak tetangganya yang terperangkap api. Korban nekat menerobos api, namun akhirnya berhasil menyelamatkan anak kecil itu.

Saat ini, tambahnya, kerabatnya tersebut sedang diambil kulitnya yang terbakar dan diobati oleh tim dokter dari rumah sakit terbesar di Pulau Dewata ini.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026