Amlapura (Antara Bali) - Wakil Bupati Karangasem Made Sukerana mengharapkan para siswa yang sedang mengikuti ujian nasional tidak terpengaruh oleh adanya isu tentang bocornya soal ujian.

"Jangan terpengaruh itu. Masalahnya, tidak ada soal ujian yang bocor di masyarakat," kata Wabup Sukerana di sela-sela acara peninjauan pelaksanaan ujian nasional (UN) siswa SMP di beberapa sekolah di Amlapura, Senin.

Sebanyak 5.917 siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Karangasem, sejak pagi hingga siang hari itu tercatat mengikuti ujian nasional secara serentak.

Wabup Sukerana dalam peninjauan itu tampak didampingi Ketua DPRD Karangasem Gede Dana, dan Kepala Dinas Pendidikan Karangasem Gede Ariyasa.

Wabup mengatakan, situasi ujian nasional tingkat SMP sudah lebih baik dari sebelumnya, mengingat UN SMA sudah memberi pengalaman bagi panitia UN SMP.

Ia menegaskan kembali agar para siswa yang mengikuti UN tidak gampang percaya dengan isu yang beredar, yang menghembuskan adanya sejumlah soal ujian yang bocor sebelum waktunya.

"Itu tidak mungkin. Masalahnya, sistem pengawasan soal yang berlaku kini begitu ketat dengan melibatkan aparat kepolisian dan instansi lainnya," ujar Sukerana.

Mengingat itu, lanjut dia, kecil kemungkinan, atau bahkan tidak
mudah terjadi kebocoran dalam proses pengiriman naskah soal ujian tersebut.

Terkait itu, ia mengharapkan para peserta UN tidak mudah terpancing isu, melainkan mampu berkonsentrasi, berdoa dan menjawab soal dengan baik hingga bisa sukses dalam mengikuti UN tahun ini.

"Ikuti semua aturan dengan sebaik-baiknya hingga para siswa berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan," ujarnya mengharapkan.

Kadisdik Gede Ariyasa menambahkan, peserta ujian nasional tingkat SMP tahun ini sebanyak 5.917 orang terdiri atas SMP regular 5.645 orang, SMP dan SD satu atap 196 orang, dan SMP terbuka sebanyak 76 orang.

"Untuk berbagai kesiapan bagi pelaksanaan UN SMP, secara keseluruhan di Kabupaten Karangasem sudah bebar-benar siap," katanya.

Kepada panitia ujian di tiap sekolah, ia mengharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai arahan dan ketentuan yang ada, sehingga kemungkinan adanya penyimpangan atau kesalahan dapat ditekan dengan serendah mungkin.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026