"Saat pelaksanaan ujian pada 2-4 Mei 2017 dan 8 Mei 2017, kami minta kepada masing-masing kepala sekolah agar tidak lagi menugaskan guru pengawas yang bekerja tidak optimal," kata Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika saat dihubungi di Mangupura, Minggu.
Hal ini dilakukan karena menjadi sorotan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali saat ujian nasional berlangsung tahun lalu, dimana guru pengawas tidak bekerja optimal sehingga siswa yang melaksanakan ujian nasional bisa membawa telepon seluler ke dalam kelas.
"Kami tidak menyalahkan siswa, namun pengawas ujian yang harus melakukan antisipasi bagaimana mencegah siswa itu tidak berani membawa telepon genggam," ujarnya.
Pihaknya juga mengajak peran serta media untuk ikut melakukan pengawasan saat pelaksanaan UNBK tingkat SMP tersebut dan apabila mendapati guru pengawas yang keluar ruangan kelas, bermain telepon genggam dapat langsung difoto dan diposting ke media sosial.
"Hal ini sebagai pembelajaran guru pengawas agar bekerja lebih profesional dalam mengawasi siswanya yang melaksanakan UNBK," ujarnya.
Untuk ujian susulan UNBK tersebut, kata Ketut Astika akan digelar pada 22-23 Mei 2017 yang digelar di masing-masing sekolah. "Mudah-mudahan tidak ada siswa kami yang mengikuti ujian susulan ini," katanya.
Ia menambahkan untuk total peserta UNBK tingkat SMP di Badung totalnya mencapai 4.552 siswa dari 9.825 siswa di daerah itu atau 44 persen.
Selain itu, untuk pendistribusian kertas soal Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) di Badung sudah dilakukan pendistribusian pada Sabtu (24/4) untuk digunakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan kepada sekolah yang tidak mengikuti UNBK.
"Saya memohon dukungan semua pihak agar program pendidikan ini khususnya di Badung dapat berjalan lancar sesuai program dan arahan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang ingin semua sekolah di daerah itu menjadi unggulan," ujarnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.