"Sejak Februari lalu hingga saat ini mereka masih menjalani latihan secara desentralisasi, sementara untuk pemusatan latihan akan dijalani selama tiga bulang," kata Ketua Pengkab IPSI Buleleng I Nyoman Serengen di Singaraja, Sabtu.
IPSI Buleleng yang mewadahi perguruan pencak silat, katanya, selalu berupaya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur ini dengan melakukan pembinaan-pembinaan kepada perguruan.
Serengen yang terpilih kembali sebagai Ketua IPSI Buleleng pada musyawarah kabupaten yang digelar di Singaraja, Jumat (23/4) itu mengemukakan bahwa wilayahnya memiliki potensi pesilat yang tidak kalah dengan daerah lainnya.
"Saat ini jumlah perguruan silat di Buleleng cukup banyak, yakni mencapai 21 perguruan," katanya seraya menjelaskan bahwa olahraga pencak silat di Buleleng sudah ada sejak zaman perjuangan yang digunakan untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan RI.
Menurut dia, olahraga silat dulu dipakai alat untuk berjuang merebut kemerdekaan, namun kini, selain untuk alat beladiri, silat juga sebagai olahraga untuk kesehatan serta ajang menunjukkan prestasi.
Dari 21 perguruan pencak silat, katanya, ada sejumlah perguruan yang kurang menunjukkan keaktifan, yang salah satu diantaranya dikarenakan kekurangan pelatih maupun kesibukan lainnya, terutama perguruan yang ada di pedesaan.
Sementara Wakil Ketua KONI Buleleng Made Sudarsana menilai, keberadaan IPSI Buleleng telah mampu membawa kemajuan cabang pencak silat di Bali utara ini, terbukti tetap eksisnya perguruan-perguruan silat di wilayah ini.
"Program yang telah dilaksanakan IPSI Buleleng cukup menggembirakan, baik dalam bentuk kejuaraan-kejuaraan, pelatihan perwasitan maupun pembinaan pelatih," katanya.
Namun demikian, kata Sudarsana upaya-upaya yang mengarah ke pembinaaan prestasi perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang, lebih-lebih menghadapi Porprov Bali yang akan digelar di Kabupaten Jembrana, September 2011. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.