Negara (Antara Bali) - Setiap bulan diduga kuat mencapai ribuan sapi bali yang diselundupkan lewat jalur laut dari wilayah Pantai Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana menuju pesisir di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun ANTARA, Minggu menyebutkan, selain Pantai Sumbersari, pantai di sekitar Desa Cupel, Kecamatan Negara juga kerap digunakan sebagai lokasi transit sapi-sapi tersebut sebelum diberangkatkan ke Jawa.

Salah seorang warga yang memiliki usaha jagal sapi di Negara, mengeluhkan aksi penyelundupan sapi tersebut.

Meski saat ini penyelundupan itu belum berpengaruh terhadap usahanya, tapi pengusaha jagal sapi itu khawatir suatu saat nanti akan terkena imbasnya juga.

"Kalau tiap bulan ribuan sapi keluar dari Bali, lama-lama populasi ternak itu akan langka. Kalau sudah langka, harganya pasti naik dan pada akhirnya akan mempengaruhi kelancaran usaha saya," ujarnya.

Bahkan pengusaha jagal itu mengaku pernah menyelidiki aksi penyelundupan sapi itu. Hasilnya, dia memperkirakan dalam sebulan sekitar 4.000 ekor yang diselundupkan ke Jawa.

"Soal penyelundupan sapi itu sebenarnya sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum juga bisa dihentikan," katanya.

Ia menilai, dengan modus penyelundupan di lokasi yang sama, sebenarnya mudah untuk bisa mencegahnya.

"Cukup tempatkan aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya di lokasi-lokasi transit dan jalur penyelundupan itu untuk bisa bertindak tegas mencegah dan menangkapnya," ujarnya.

Informasi mengenai tetap maraknya penyelundupan sapi bali ke Jawa itu, juga diterima oleh Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman S Kusumayasa.

Ia mengaku, jumlah sapi yang diselundupkan sudah sangat mengkhawatirkan. "Jika tidak segera dilakukan penindakan akan berdampak negatif, bukan saja pada pasar tapi juga peternak sapi. Dan yang lebih gawat lagi, populasi sapi kita bisa terus berkurang, bahkan langka," kata Kusumayasa.

Dalam hal penindakan, Kusumayasa minta Polisi Air (Polair) untuk lebih meningkatkan pengamanan di perairan Selat Bali.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan, Kehutanan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, Wayan Windra, mengaku pihaknya belum menerima laporan mengenai maraknya penyelundupan sapi tersebut.

"Belum ada laporan ke kami. Sementara ini soal penyelundupan sapi sepi-sepi saja," katanya.

Windra mengatakan, dari sisi aturan, soal perpindahan sapi antar pulau menjadi wewenang dari pemerintah provinsi.

Meski demikian, karena wilayah penyelundupannya di Jembrana, ia berjanji untuk melakukan pengecekan.

"Saya sebenarnya sudah perintahkan Kabid Peternakan untuk melakukan pengecekan," ujarnya.

Menurut sejumlah keterangan, modus penyelundupan sapi itu biasanya dilakukan dengan berpura-pura menambatkan sapi di pinggir pantai sehingga terkesan sapi-sapi itu milik warga setempat.

Jika dirasa aman, pelaku akan menaikkan sapi-sapi tersebut ke kapal perahu-perahu tradisional untuk selanjutnya diberangkatkan ke pesisir Banyuwangi.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026