"NTP Bali dan NTP nasional sama-sama mengalami penurunan, namun penurunan NTP Bali hanya 0,46 persen lebih kecil dari penurunan angka nasional yang tercatat 0,56 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, NTP Bali pada bulan Januari 2017 menurun 0,46 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2016 yang tercatat 106,74 persen. NTP pada Januari sebesar 106,25 persen.
"NTP menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk biaya produk pertanian," katanya.
Nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan indeks yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, karena itu semakin tinggi NTP akan semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani.
NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga. Selain itu menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di daerah pedesaan.
Dari sisi indeks yang diterima petani (lt) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dari 130,72 persen pada bulan Desember 2016 menjadi 131,16 persen pada bulan Januari 2017.
Sementara dari sisi indeks yang dibayar petani (lb) meningkat sebesar 0,80 persen dari 122,47 persen pada bulan Desember 2016 menjadi 123,45 persen pada Januari 2017.
Adi Nugroho menambahkan, dari lima subsektor yang menentukan pembentukan NTP Bali itu, seluruhnya mengalami penurunan yang terdiri atas subsektor tanaman pangan 0,05 persen, hortikultura 0,75 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,36 persen, peternakan 0,57 persen dan perikanan 0,03 persen. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.