"Masih sama dengan tahun sebelumnya, alokasi anggaran untuk satu unit rumah adalah Rp30 juta, dengan mekanisme swakelola yakni dikerjakan oleh panitia di desa," kata Kepala Dinas Sosial Pemprov Bali Nyoman Wenten di Denpasar, Rabu.
Ia menyebutkan dari 1.100 unit rumah yang akan "dibedah", sebanyak 1.000 unit untuk warga miskin dan 100 rumah untuk penderita gangguan jiwa.
"Ada tiga kabupaten yang menjadi prioritas bedah rumah yakni Kabupaten Karangasem, Buleleng dan Bangli karena berdasarkan Pemuktahiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 oleh BPS, di tiga kabupaten tersebut tercatat paling banyak warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni," ujarnya.
Mengacu pada PBDT 2015, di Bali ada 1.682 KK yang masih menempati rumah tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, yang terbanyak ada di Kabupaten Karangasem (568 KK), Kabupaten Buleleng (566 KK), dan di Kabupaten Bangli (414 KK). Untuk enam kabupaten lain jumlahnya bervariasi dan tidak mencapai 50 KK.
Dengan 1.000 bedah rumah dari pemerintah provinsi, ditambah dengan alokasi bedah rumah dari tiga kabupaten (Buleleng, Karangasem, dan Bangli) masing-masing 100 unit, dan juga bantuan CSR (tanggung jawab sosial perusahaan), Wenten mengharapkan persoalan rumah tak layak huni di Bali dapat dituntaskan tahun 2017.
"Meskipun demikian, data warga miskin perlu terus dimuktahirkan dan dievaluasi," ucapnya.
Sedangkan 100 unit bedah rumah untuk penderita gangguan kejiwaan di daerah itu, dengan harapan mereka dapat bebas dari pemasungan.
Menurut Wenten, untuk bedah rumah "khusus" itu, pada pintu dan jendelanya akan dipasang terali besi. Dengan demikian, penderita gangguan jiwa bisa lepas dari pemasungan, namun tidak mudah kabur dari rumah.
"Jika mereka bisa lebih bebas bergerak dan bisa lepas dari pasungan, mudah-mudahan kesehatannya akan menjadi lebih baik dan mempercepat pemulihan kejiwaannya," katanya.
Bantuan bedah rumah untuk orang penderita gangguan jiwa itu, bukan untuk pertama kalinya diluncurkan oleh Pemprov Bali. Bantuan serupa sudah pernah digulirkan pada 2011, 2012 dan 2013. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.