Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengakselerasi pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang menyasar orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Tenaga Ahli Menteri Sosial (Mensos) Fajar WH dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan integrasi lintas kementerian ini bertujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pembenahan infrastruktur domestik dan pemenuhan kebutuhan dasar hunian.

"Pendekatan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan seluruh keluarga. Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, dan rumahnya yang tidak layak huni direnovasi," kata dia.

Dia memaparkan secara nasional pemerintah menargetkan renovasi sebanyak 10.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah intervensi.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, jajaran teknis dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P3KP) Jawa 4 bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pihak sekolah tengah mempercepat tahapan verifikasi faktual di lapangan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4 Firdiansyah Fatoni menjelaskan proses pengecekan fisik, sanitasi, serta kelengkapan administrasi kepemilikan lahan, terus diintensifkan agar proses konstruksi dapat berjalan mulai September 2026 mendatang.



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026