"Akibat bencana alam tersebut, sebuah bangunan suci (pelinggih) dan peturasan (WC) sekolah tersebut ambruk ke sungai di bawahnya," kata Kepala SMK Pariwisata Kertayasa Singakerta, Wayan Sudilah, S.Pd. MAP, Rabu.
Ia mengatakan, hujan deras yang terjadi secara terus menerus disertai angin kencang pada Senin malam (19/12) juga menyebabkan sejumlah ruangan kelas berlantai dua di pinggir senderan terancam ambruk.
"Peristiwa yang tidak sampai merenggut korban jiwa itu baru diketahui Selasa (20/12) saat proses belajar mengajar akan berlangsung," ujar Wayan Sudilah.
Ia menjelaskan, saat kejadian tidak ada yang mengetahui peristiwa itu, karena saat itu sudah malam dan hujan lebat.
Sementara satu bangunan berlantai dua yang sehari-hari digunakan proses belajar mengajar juga terancam runtuh karena antara senderan jebol dengan bangunan kelas hanya berjarak sekitar 50 centimeter sehingga perlu segera penanganan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami mohon perhatian Pemkab Gianyar atau pihak terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mendapatkan penanganan karena kondisi ini sangat mengancam siswa kami dalam proses belajar mengajar, apalagi dalam waktu dekat yakni 26 Desember ini proses belajar mengajar sudah "dimulai," ujar I Wayan Sudilah.
Untuk itu, pihaknya sudah bersurat kepada Bupati Gianyar, Dinas Pekerjaan Umum, Disdikpora dan BPBD Kabupaten Gianyar untuk mohon bantuan penanganan masalah tersebut. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.