Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyebutkan bahwa Rumah Sakit Bali Mandara mampu menampung 200 tempat tidur yang rencananya beroperasi Agustus 2017.

"Rumah sakit dengan 200 tempat tidur, dan beberapa pelayanan sub-spesialisnya tersedia," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ni Made Laksmi Wati ditemui dalam lokakarya terkait minuman oplosan di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, rumah sakit pertama milik Pemprov Bali itu termasuk dalam klasifikasi rumah sakit kelas B.

Saat ini pengerjaan fisik yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum itu, kata dia, sudah hampir rampung yakni mencapai 95 persen.

Menurut dia, pembangunan fisik rumah sakit yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur itu menghabiskan dana sekitar Rp200 miliar yang dialokasikan dari anggaran APBD 2015-2016 atau "multiyears".

"Mulai pembangunan tahun 2015-2016 `multiyears`, dari APBD pertama bertahap tahun 2015 sebesar Rp75 miliar dan sisanya tahun 2016," imbuhnya.

Sedangkan anggaran terkait alat kesehatan dan sumber daya manusia yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan, Laksmi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menyusun anggaran tersebut.

"Pengadaan alkes (alat kesehatan) dari anggaran APBD Perubahan dan APBD Induk 2017," ucapnya seraya menambahkan bahwa rumah sakit itu ditargetkan menjadi pendamping RSUP Sanglah.

Dia menambahkan bahwa penentuan klasifikasi, alat kesehatan dan pelayanan yang ada sesuai dengan Permenkes No 56 tahun 2014 tentang Perizinan dan Klasifikasi Rumah Sakit.

Rencananya kesiapan terkait Rumah Sakit Bali Mandara itu akan disampaikan dalam rapat di DPRD Bali pada Jumat ini. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016