Denpasar (Antara Bali) - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung masih menelusuri data enam orang tenaga kerja asal daerah setempat yang kini berada di Mesir, dengan menghubungi dan atau menemui pihak keluarga.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Badung Tjok Ngurah Bagus Agung di Denpasar, Kamis, mengaku pihaknya hingga kini belum memperoleh data mengenai enam orang TKI asal daerahnya yang berada di Mesir tersebut.

"Kami masih menelusuri dengan menemui atau menghubungi pihak keluarga, guna mengetahui secara pasti data-data terkait mereka," ujarnya.

Dari 19 orang TKI asal Bali yang kini bekerja di Mesir, enam orang di antaranya berasal dari Kabupaten Badung.

"Sekarang saya sedang dalam perjalanan menuju Jimbaran untuk bertemu keluarga dari TKI yang masih berada di Mesir itu," kata Tjok Bagus.

Dari pihak keluarga, diharapkan bisa diperoleh informasi mengenai proses keberangkatan dan data-data lainnya terkait para TKI yang bekerja di Mesir itu.

Dari penelusuran ke pihak keluarga, diharapkan dapat diketahui rekomendasi penerbitan visa para TKI itu.

"Sebagian sudah kami telusuri, tapi belum ketemu data yang diharapkan. Tidak tahu kalau menggunakan visa umum. Kami masih berusaha mencari tahu lebih lanjut," ujarnya.

Ditanya mengenai koordinasi dengan Disnakertrans Provinsi Bali, Tjok Bagus menyatakan masih diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga TKI.

"Saya masih cari tahu dulu, para TKI itu berangkatnya lewat jalur mana, pakai visa apa. Setelah jelas, baru kami koordinasikan dengan Disnakertrans Bali serta Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali," kata Tjok Bagus.

Sebelumnya, 19 orang TKI asal Bali diketahui bekerja di Mesir. Sepuluh orang di antaranya memilih untuk tidak kembali ke Tanah Air, karena kondisi di kota tempat mereka bekerja relatif aman dari demonstrasi warga setempat yang menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada para TKI itu untuk kembali ke tanah air, meskipun kondisi di lingkungan mereka relatif aman. Hal itu mengantisipasi kemungkinan demonstrasi meluas ke kota-kota lain di Mesir.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011