Singaraja (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta para guru dan instruktur di SMAN dan SMKN Bali Mandara yang merupakan sekolah unggulan pemprov setempat untuk selalu berpihak pada orang miskin.

"Masih ada ribuan anak miskin di Bali yang perlu bantuan kita dan itu adalah pekerjaan besar kita. Oleh karena itu, para guru dan instruktur di sini serta masyarakat Bali harus tetap berpihak kepada anak-anak miskin tersebut," kata Pastika saat mengukuhkan 225 siswa SMAN dan SMKN Bali Mandara di Singaraja, Sabtu.

Menurut dia, hanya dengan cara tersebutlah orang-orang miskin tersebut bisa keluar dari lingkaran kemiskinannya. Sedangkan untuk bangkit sendiri mereka sudah tidak bisa dan hanya dengan bantuan mereka akan mampu untuk bangkit.

"Ini yang sangat mengganggu pikiran saya, mereka punya cita-cita yang tinggi, tetapi untuk melanjutkan sekolah tidak bisa, kita bisa bayangkan akan seperti apa mereka jika kita biarkan," ujarnya.

Pastika juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi manja dengan kondisi fasilitas yang sudah sangat lengkap seperti saat ini, apalagi juga mendapatkan pendidikan secara gratisl Para siswa diminta bersungguh-sungguh dalam menjalankan proses pendidikan serta selalu menjaga kekompakan intern, antarsiswa SMA atau antarsiswa SMK maupun kekompakan antara siswa SMA dan SMK.

"Setiap butir nasi yang kalian makan adalah nasinya rakyat Bali, tidak semua mendapatkan kesempatan seperti saat ini. Oleh karena itu saya minta kepada kalian untuk benar-benar bekerja keras, jaga kekompakan, tidak ada perbedaan, jangan ada pemisahan kalian adalah bersaudara, belajar yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas diri kalian," ucap Pastika.

Sementara itu Kepala SMA Negeri Bali Mandara Nyoman Darta menjelaskan, perekrutan peserta didik di SMA/SMK Negeri Bali Mandara sangat ketat dan berlangsung selama enam bulan.

Dalam seleksi tersebut, ada tiga tahap yang harus dilewati calon siswa, sebelum mereka dinyatakan lolos diterima di sekolah unggulan tersebut. Tahap pertama, seleksi administrasi (paper based). Tahap kedua, survei ke rumah calon siswa (home visit) masing-masing. Tahap ketiga, penggalian disiplin dan kecakapan yang dilaksanakan di sekolah (boot camp).

Peserta didik baru SMAN Bali Mandara yang dikukuhkan sejumlah 96 orang. Sedangkan untuk peserta didik baru SMKN Bali Mandara jumlahnya mencapai 129 orang.

Rinciannya, jumlah siswa baru dari Kabupaten Buleleng mencapai 119 orang (terdiri dari 84 siswa SMAN Bali Mandara dan 35 siswa SMKN Bali Mandara). Sedangkan siswa dari Kabupaten Karangasem menduduki peringkat kedua terbanyak dengan 24 orang, disusul dari Kabupaten Tabanan (17 orang), dari Kabupaten Badung (15 orang) dari Kabupaten Gianyar (15 orang), dari Kota Denpasar (13 orang), dari Kabupaten Jembrana (11 orang), dari Kabupaten Bangli (6 orang), dan paling sedikit asal; Kabupaten Klungkung (hanya 5 orang).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Pastika sebagai pencetus ide/konsep dari SMA/SMK Negeri Bali Mandara.

Darta berharap hal itu mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi para siswa baru bahwa mereka masih ada yang memperhatikan walaupun mereka adalah anak- anak miskin sehingga mampu untuk memberikan sebuah pemahaman bahwa kemiskinan tersebut bukan pengahalang untuk meraih sebuah kesuksesan.

Pengukuhan siswa baru ditandai dengan penyematan pin SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama beserta Ningsih Adi Wiryatama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, serta Kepala SMA dan SMK Negeri Bali Mandara.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan acara Grand Opening Indian Corner di SMA Negeri Bali yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Pastika dan Konjen India RO Sunil Babu. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016