Singaraja (Antara Bali) - Seorang bocah perempuan penderita kebutaan dan kelumpuhan bernama Putu Sri Manda (9) asal Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, membutuhkan bantuan sosial pemerintah setempat karena keluarganya hidup di bawah garis kemiskinan.


"Anak saya dengan kondisi keterbatsan fisik yakni mengalami kebutaan lantaran tak memiliki kedua bola mata dan tidak bisa berdiri dan berjalan secara normal," kata Ayah bocah tersebut, Ketut Subagia di Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.


Ia mengatakan, pertama lahir berat anaknya hanya satu kilogram saja dan hanya diberi tahu oleh dokter jika anaknya tidak memiliki bola mata seperti anak anak pada umumnya.


Ia menambahkan, dirinya yang hanya sebagai pekerja serabutan tidak melakukan apapun untuk kesembuhan putrinya tersebut lantaran tidak memiliki cukup biaya.


"Jangankan untuk berobat, makan seharipun keluarga saya sulit dengan adanya dua anak lainnya yang masih berusia 15 bulan, tentu membutuhkan biaya banyak untuk keprluan keluarga," kata dia.


Dikatakan pula, tak jarang dirinya harus meninggalkan anak-anaknya dengan diasuh oleh sang nenek yakni Luh Garbi untuk kerja proyek di Kota Denpasar.


"Neneknya yang ngasuh kalau saya dan istri lagi kerja di Denpasar dan terkadang pula neneknya juga yang memberi makan dari hasil jualan sapu lidi. Kalau untuk anak kedua saya sudah sekolah," jelasnya.


Sementara itu, kondisi rumah yang cukup memprihatinkan menjadi kendala keluarga pula dimana dalam rumah yang terdiri hanya satu ruangan dipakai untuk tidur dan segala aktivitas lain.


Dia pun berharap putri pertamanya ini bisa bersekolah seperti orang biasanya dan bisa menikmati masa kecilnya dan pemerintah daerah setempat memberikan bantuan sosial kesehatan kepada anaknya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo

Editor : I Made Andi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016