Karangasem (Antara Bali) - Paguyuban Seraya Santhi mengadakan tirtayatra dengan melakukan persembahyangan di Pura Bhur Bwah Swah yang terletak di puncak Bukit Bisbis di Desa Seraya, Kecamatan/ Kabupaten Karangasem, Bali.

"Kegiatan tirtayatra ini, kami lakukan sebagai wujud syukuran atas keberadaan dan setelah perbaikan repeater 14.244," ujar Ketua Paguyuban Seraya Santhi Komang Diar di Desa Seraya, Minggu.

Dia melanjutkan, anggota paguyuban yang mengikuti persembahyangan berjumlah sekitar 100 orang, yang telah berkumpul sejak pukul 07.00 Wita di titik nol repeater.

"Pukul 07.00 pagi, kami bersembahyang bersama dulu di titik nol repeater. Setelah itu, acara kami lanjutkan ke Pura Bhur Bwah Swah," ujar Komang Diar.

Dikatakan dia, bukan hanya anggota paguyuban saja yang mengikuti kegiatan tirtayatra ke pura. Sejumlah simpatisan Paguyuban Seraya Santhi pun turut bergabung, dan mengikuti kegiatan persembahyangan.

Paguyuban Seraya didirikan sejak tahun 2014. Merupakan organisasi sosial yang bernaung di bawah Desa Adat Seraya, dan menjadi wadah bagi masyarakat pengguna alat komunikasi radio. Paguyuban ini banyak membantu masyarakat pada berbagai kegiatan, untuk memberikan bantuan komunikasi melalui frekuensi 14.244.

Sementara itu, anggota Paguyuban Seraya Santhi Lembu Sora menyatakan, kegiatan persembahyangan bersama, bertujuan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sekaligus merekatkan persaudaraan antar-anggota paguyuban.

"Sesama anggota, jarang ada kesempatan bertemu di darat. Sering bertemunya hanya di udara, berhubung masing-masing ada kesibukan. Jadi tirtayatra ke Pura Bhur Bwah Swah ini, selain mendekatkan hubungan batin dengan anggota dan Tuhan, juga sekalian menikmati pemandangan alam," kata dia.

Menurut Lembu Sora, pemandangan sepanjang perjalanan menaiki puncak tertinggi Bukit Bisbis memang sangat indah. Pepohonan tua yang rimbun, suara burung bersahutan, tupai dan aneka binatang hutan, tak henti-henti menyemarakkan suasana.

"Banyak juga monyet liar. Tapi monyetnya tidak galak-galak atau tak menyerang pemedek. Makanya meski perjalanan ke puncak bukit itu terbilang melelahkan dan menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam, tapi berkat pemandangan alam yang indah, jadinya rasa capek itu tak begitu terasa," katanya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Tri Vivi Suryani

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016