Singaraja (Antara Bali) - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Bali mencatat angka kematian ibu di daerah itu mencapai 14 orang selama 11 bulan periode Januari-November 2015.

"Angka kematian ibu di Buleleng stagnan dan jumlahnyanya sama dengan data pada tahun lalu tercatat 14 orang ibu," kata Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Buleleng, I Gede Aryana di Singaraja, Kamis.

Ia menjelaskan, data yang diambil tersebut merupakan data ibu yang meninggal akibat kandungan dan kehamilan, bukan karena beberapa faktor lainnya. "Seperti contoh karena bunuh diri. Hal itu bukan masuk dalam kategori yang dicatat," imbuhnya.

Aryana memaparkan, jika dibandingkan dengan data sejak 2012, jumlah kematian ibu di kabupaten paling utara Pulau Dewata itu memang mengalami kenaikan.

Dikatakan pada 2012 tercatat kasus ibu meninggal sepuluh orang, 2013 tercatat sembilan orang serta tahun 2014 dan 2015 masing-masing 14 orang.

"Memang terkesan mengalami kenaikan tetapi sebenarnya jumlah tersebut hanya berkisar angka itu saja, yakni antara 10-15 orang dan tergolong kecil," kata dia.

Lebih lanjut ia memaparkan, secara umum angka kematian ibu dibandingkan angka kelahiran di Buleleng mengacu pada standar nasional sebenarnya tergolong kecil yakni sebanyak 140 per 100.000 kelahiran hidup (data kematian 14 orang). Sedangkan standar nasional yang ditetapkan yakni minimal sebanyak 225 kasus per 100.000 kelahiran. Itu artinya sudah mencapai target," kata dia.

Selain itu, Aryana mengungkapkan faktor utama penyebab kematian ibu adalah kurangnya pemahanan masyarakat mengenai kehamilan itu sendiri salah satunya masih banyak kalangan ibu memaksakan untuk hamil padahal dari segi medis diharapkan menunda kehamilan dalam jangka waktu tertentu.

Bukan hanya itu saja, kata dia, tingkat perekonomian masyarakat dan pergaulan sosial juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kematian itu, "Jadi, faktor kemiskinan juga menjadi kendala utama, apalagi di Buleleng masih banyak terdapat warga miskin," kata dia.

Sementara itu, untuk menekan angka kematian ibu, Dinkes Buleleng kini sudah memiliki tim penanganan khusus terdiri dari kalangan dokter dan pada ahli melakukan pendataan, pengkajian dan audit selanjutnya melakukan evaluasi terhadap beberapa kasus yang muncul.

"Dalam hal ini dijalin kerja sama yang sinergis antara kalangan individu dalam hal ini dokter atau bidan, instansi rumah sakit dan puskesmas apabila ditemukan kasus kematian itu untuk selanjutnya ditindaklanjuti dan dievaluasi," kata dia. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015