Gianyar (Antara Bali) - Sejumlah pemuda dan pemudi Gianyar yang bergabung dalam Aliansi Hindu Muda Indonesia menggelar aksi demo yang dilangsungkan di Catus Pata, utara Balai Budaya Gianyar,Selasa (24/11).

Demo dengan berpakaian adat madya dengan membentangkan dua spanduk ukuran besar dengan bertulisan “Tolak rencana Desa Syariah di Bali. Pertahankan Desa Adat Bali peninggalan Mpu Kuturan”.

Sementara satu spanduk yang ukuran sama juga bertulisan”Kecam pernyataan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali. Hargai Bumi Bali!. Hormati Desa Adat di Bali”.

Demo yang dijaga ketat polisi itu dimulai sekitar pukul 13.30 Wita dan berakhir pukul 15.00 Wita.Demo berlangsung damai dimana para orasi menyampaikan orasinya secara bergantian.

Koordinator lapangan (Korlap), Dewa Ketut Yadnya mengatakan aksi demo damai ini dilakukan untuk menolak diberlakukan Sistem Ekonomi Syariah di Bali. Alasannya karena Negara ini merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI) dan bukan negara syariah.

”Kami Aliansi Hindu Muda Indonesia menolak pengembangan pariwisata yang berbasis Syariah di Bali,”jelasnya.

Karena Bali merupakan tujuan wisata dunia yang berbasis budaya dengan nilai lokal Bali.

”Hapuskan Sistem Ekonomi Syariah dari bumi yang berdasarkan Pancasila,”jelasnya.

“Pertahankan Desa Adat dan budaya Bali. Bali tidak butuh distinasi Syariah.Sebab lanjut Dewa Ketut Yadnya, keindahan alam dan kebudayaan Bali adalah taksu pariwisata Bali,” kata Dewa Ketut Yadnya.

Usai melakukan orasi para pemuda dan pemudi ini kemudian membubarkan diri dengan tertib. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Putu Artayasa

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015